Hyundai forum

Hyundai forum car image


Welcome Guest! To enable all features please Login or Register.

Notification

Icon
Error

Options
Go to last post Go to first unread
goon2019  
#1 Posted : Wednesday, April 21, 2021 1:21:55 AM(UTC)
goon2019

Rank: Advanced Member

Groups: Registered
Joined: 5/8/2019(UTC)
Posts: 676

Alasan Investasi Bodong Tumbuh Subur di Indonesia



Investasi bodong atau ilegal di Indonesia ibarat jamur di musim hujan, tumbuh subur. Padahal, korbannya sudah banyak, begitu juga dengan nominal dana masyarakat yang kemudian raib tanpa garansi.To get more news about Investasi Bodong, you can visit wikifx.com official website.

  Data Satgas Waspada Investasi (SWI) mencatat setidaknya ada 390 kegiatan investasi ilegal dan 1.200 fintech bodong yang ditutup sepanjang Januari 2020 sampai Februari 2021.

  Sementara kerugian yang muncul dari investasi bodong ini mencapai Rp114,9 triliun pada periode 2011-2020, bukan jumlah yang sedikit.

  Ekonom CORE Indonesia Piter Abdullah Redjalam mengatakan ada satu alasan utama mengapa investasi bodong tumbuh subur di dalam negeri, yaitu karakter serakah dari sebagian masyarakat. Mereka ingin 'cuan' tanpa kerja keras.

  “Karakteristik masyarakat kita perlu diakui ada yang serakah dan malas, mau dapat hasil banyak, tanpa kerja keras. Bisa dilihat, semua korban investasi bodong seperti itu, mau dapat uang dengan mudah, untung besar, tapi tidak pakai kerja keras,” kata Piter kepada CNNIndonesia.com, Rabu (14/4).

  Alasan lain karena literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia masih rendah. Saat ini, masih banyak yang belum tahu mana investasi yang benar-benar aman, mana yang rasional potensi keuntungannya, dan lainnya.

  “Padahal mereka memiliki dana, tapi mereka tidak tahu sebaiknya menempatkan dana di mana yang aman, mereka tidak teredukasi,” imbuhnya.

  Masalahnya, ada sebagian masyarakat lainnya yang punya karakter memanfaatkan mereka yang serakah dan malas ini. Maka dari itu, iming-iming yang diberikan mudah membuat tergiur dan membuat investasi bodong mudah diterima.

  “Mereka tahu masyarakat kita banyak tidak punya informasi, pengetahuan, tapi punya dana, serakah mau untung 'gede' tanpa kerja keras, jadi mulailah diberi iming-iming. Bahkan korbannya pun ada yang profesor. Jadi ini bukan soal semata-mata mana yang teredukasi, tapi karena serakah juga,” terangnya.

  Senada, Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho juga berpandangan demikian. Ada kecenderungan masyarakat ingin dapat uang cepat, sehingga memang ada demand (permintaan) dari masyarakat itu sendiri.

  “Makanya kalau diiming-iming bisa dapat hasil sekian, tidak capek, tidak perlu kerja, dapat untung besar, orang kita suka tergiur dan ingin seperti itu, sehingga penggandaan uang yang seperti ini (investasi bodong) masih diterima,” kata Andy.

  Padahal, menurut Andy, berbagai sosialisasi mengenai informasi produk investasi sejatinya sudah diberikan. Begitu juga perkembangannya di media sosial, media berita, dan lainnya.

  Belum lagi, SWI terus merilis daftar investasi bodong di masyarakat. Lalu, menutup mereka. Sayangnya, mati satu tumbuh seribu, karena memang permintaannya masih ada di masyarakat.

  “Kalau pun ada yang kurang dari regulator, mungkin lebih ke personel di lapangan, karena jumlahnya tidak sebanyak dengan investasi bodong yang bermunculan terus, mereka cepat,” tuturnya.

  Begitu juga dengan penetrasi dari para pelaku penyedia instrumen investasi, mulai dari manajer investasi, bursa efek, hingga pemerintah. Menurut Andy, semuanya sudah memberikan informasi, tapi memang sebagian masyarakat lebih memilih investasi bodong yang memberi iming-iming luar biasa.

  Padahal, menurut Andy, berbagai sosialisasi mengenai informasi produk investasi sejatinya sudah diberikan. Begitu juga perkembangannya di media sosial, media berita, dan lainnya.

  Belum lagi, SWI terus merilis daftar investasi bodong di masyarakat. Lalu, menutup mereka. Sayangnya, mati satu tumbuh seribu, karena memang permintaannya masih ada di masyarakat.

  “Kalau pun ada yang kurang dari regulator, mungkin lebih ke personel di lapangan, karena jumlahnya tidak sebanyak dengan investasi bodong yang bermunculan terus, mereka cepat,” tuturnya.

  Begitu juga dengan penetrasi dari para pelaku penyedia instrumen investasi, mulai dari manajer investasi, bursa efek, hingga pemerintah. Menurut Andy, semuanya sudah memberikan informasi, tapi memang sebagian masyarakat lebih memilih investasi bodong yang memberi iming-iming luar biasa.
Users browsing this topic
Guest
Forum Jump  
You cannot post new topics in this forum.
You cannot reply to topics in this forum.
You cannot delete your posts in this forum.
You cannot edit your posts in this forum.
You cannot create polls in this forum.
You cannot vote in polls in this forum.

Powered by YAF 2.0.0 | YAF © 2003-2021, Yet Another Forum.NET
This page was generated in 0.112 seconds.